Upaya menekan polusi udara di ibu kota terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penerapan Kawasan Rendah Emisi (KRE). Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong perubahan sistem mobilitas sekaligus memperbaiki kualitas udara secara berkelanjutan.
Pendekatan ini tidak hanya menargetkan penurunan polusi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat menuju penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Dorong Perubahan Pola Mobilitas
Menurut Fadhil Firdaus dari C40 melalui program Breathe Jakarta, KRE dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Dengan mengalihkan mobilitas ke transportasi publik dan kendaraan rendah emisi, tingkat polusi di kawasan perkotaan dapat ditekan secara signifikan. Perubahan ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kota yang lebih sehat.
Potensi Penurunan Polusi Signifikan
Berdasarkan kajian Breathe Jakarta, implementasi KRE secara luas berpotensi menurunkan konsentrasi polutan PM2.5 hingga 30 persen.
Bahkan, penerapan di satu kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) saja mampu menurunkan polusi sebesar 8 hingga 11 persen di area tersebut. Dampaknya akan semakin besar jika diterapkan secara terintegrasi di berbagai wilayah.
Kolaborasi Berbasis Data dan Riset
Penyusunan kebijakan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk peneliti dari Universitas Indonesia serta mitra internasional dari C40.
Kolaborasi ini memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak hanya berbasis konsep, tetapi juga didukung oleh data ilmiah dan praktik terbaik global.
Implementasi Bertahap dan Inklusif
Sri Setiawati Tumuyu menekankan bahwa penerapan KRE harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kondisi sosial masyarakat.
Pendekatan ini penting agar kebijakan tidak menimbulkan resistensi, melainkan mampu mendorong perubahan yang diterima secara luas oleh masyarakat.
Integrasi dengan Sektor Lain
KRE tidak berdiri sendiri. Kebijakan ini dirancang terintegrasi dengan sektor lain seperti pengelolaan sampah dan pembangunan gedung hijau.
Pendekatan lintas sektor ini diharapkan memberikan dampak lingkungan yang lebih luas dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Peran Masyarakat dan Kolaborasi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa pengendalian polusi udara tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.
Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi KRE.
Kesimpulan
Kawasan Rendah Emisi menjadi langkah nyata DKI Jakarta dalam menghadapi tantangan polusi udara. Dengan pendekatan berbasis data, kolaborasi, dan implementasi bertahap, kebijakan ini diharapkan mampu menghadirkan udara yang lebih bersih dan sehat bagi warga.
Ke depan, keberhasilan KRE akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga : Prabowo ke Rusia Bahas Energi dan Geopolitik
Cek Juga Artikel Dari Platform : revisednews


More Stories
Prabowo ke Rusia Bahas Energi dan Geopolitik
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini Stabil
Wall Street Beragam Usai Inflasi AS Cetak Rekor