January 22, 2026

london-bridges

The newest and most updated news article platform about London

Pelaku Penusukan Kereta London Dijerat 11 Dakwaan

Pelaku Penusukan Kereta London Dijerat 11 Dakwaan

Kepolisian Inggris resmi menahan seorang pria bernama Anthony Williams yang diduga menjadi pelaku penusukan di dalam kereta yang sedang melaju di London. Dalam kasus yang mengejutkan publik ini, tersangka dijerat dengan 11 dakwaan serius, termasuk percobaan pembunuhan, setelah serangkaian serangan yang terjadi pada awal November 2025.

Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan luas karena terjadi di transportasi publik yang ramai digunakan warga setiap hari. Otoritas keamanan menegaskan bahwa kasus ini menjadi salah satu insiden kriminal paling serius di jaringan kereta Inggris sepanjang tahun.


Penangkapan dan Identitas Tersangka

Anthony Williams, pria berusia 32 tahun, ditangkap dan ditahan pada Senin, 3 November 2025. Ia diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap dan sempat berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat.

Williams dihadirkan di Pengadilan Magistrat Peterborough, tempat dakwaan resmi dibacakan. Penahanan dilakukan setelah penyelidikan intensif yang melibatkan Polisi Transportasi Inggris atau British Transport Police (BTP).

Pihak kepolisian menyatakan bahwa tersangka tidak memiliki hubungan dengan korban dan serangan dilakukan secara acak.


11 Dakwaan Berat yang Dikenakan

Berdasarkan laporan Sky News, Williams menghadapi total 11 dakwaan, yang meliputi:

  • 10 tuduhan percobaan pembunuhan
  • 1 tuduhan penganiayaan fisik
  • 1 tuduhan kepemilikan senjata tajam

Dakwaan tersebut berkaitan dengan insiden penusukan massal di kereta layanan LNER rute King’s Cross–Doncaster menuju London.

Selain itu, tersangka juga menghadapi dakwaan tambahan terkait serangan lain yang terjadi beberapa jam sebelumnya di lokasi berbeda.


Kronologi Penusukan di Kereta LNER

Insiden utama terjadi pada Sabtu, 1 November 2025, saat kereta jarak jauh LNER tengah melaju menuju London. Dalam kondisi perjalanan normal, tersangka tiba-tiba melakukan serangan menggunakan benda tajam terhadap sejumlah penumpang.

Aksi brutal tersebut menyebabkan kepanikan hebat di dalam gerbong. Penumpang berusaha menyelamatkan diri, sementara petugas kereta segera menghubungi layanan darurat.

Polisi menyebut terdapat sejumlah korban yang mengalami luka serius, meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Serangan Sebelumnya di DLR London Timur

Tak hanya satu lokasi, penyelidikan mengungkap bahwa Anthony Williams diduga melakukan serangan lain beberapa jam sebelumnya.

Pada pukul 00.46 dini hari tanggal 1 November, seorang korban mengalami luka di bagian wajah setelah diserang menggunakan pisau di kereta Docklands Light Railway (DLR), tepatnya di area stasiun Pontoon Dock, London timur.

Dalam insiden tersebut, tersangka meninggalkan lokasi sebelum polisi tiba, sehingga sempat menyulitkan proses identifikasi awal.

Namun, melalui rekaman CCTV dan kesaksian saksi, polisi akhirnya berhasil menghubungkan kedua insiden tersebut.


Penyelidikan Intensif Polisi Transportasi Inggris

British Transport Police segera membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Fokus utama penyelidikan meliputi:

  • rekonstruksi pergerakan tersangka
  • analisis CCTV di stasiun dan gerbong
  • keterangan saksi mata
  • pemeriksaan latar belakang tersangka

Hasil penyelidikan memperkuat dugaan bahwa seluruh insiden dilakukan oleh orang yang sama.

Polisi juga memastikan bahwa serangan tersebut tidak berkaitan dengan terorisme, melainkan dikategorikan sebagai tindak kekerasan kriminal individu.


Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat setelah kejadian. Beberapa di antaranya mengalami luka sayatan serius, khususnya di bagian wajah dan tubuh bagian atas.

Pihak layanan kesehatan menyebut bahwa seluruh korban dalam kondisi stabil dan mendapatkan pendampingan psikologis, mengingat trauma yang dialami akibat serangan mendadak di ruang publik tertutup.


Respons Publik dan Keamanan Transportasi

Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan transportasi publik. Meski Inggris dikenal memiliki sistem kereta yang relatif aman, kasus ini menunjukkan potensi risiko kejahatan acak.

Pihak otoritas transportasi London menyatakan akan:

  • meningkatkan patroli petugas
  • memperkuat pengawasan CCTV
  • menambah kehadiran polisi di jam rawan

Langkah-langkah tersebut bertujuan memulihkan rasa aman publik.


Pernyataan Kepolisian

Dalam pernyataan resminya, British Transport Police menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Penyelidikan ini dilakukan secara menyeluruh dan kami berkomitmen membawa pelaku ke pengadilan,” ujar juru bicara BTP.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat perilaku mencurigakan di transportasi umum.


Proses Hukum Selanjutnya

Setelah dakwaan dibacakan, Anthony Williams akan menjalani proses hukum lanjutan di pengadilan tingkat lebih tinggi. Hakim memutuskan tersangka tetap ditahan mengingat beratnya dakwaan serta potensi risiko terhadap publik.

Jika terbukti bersalah, tersangka berpotensi menghadapi hukuman penjara jangka panjang sesuai hukum pidana Inggris.


Sorotan Terhadap Isu Kesehatan Mental

Meski belum ada pernyataan resmi terkait kondisi kejiwaan tersangka, sejumlah pihak menyerukan pentingnya evaluasi sistem dukungan kesehatan mental, terutama bagi individu tunawisma.

Namun aparat menegaskan bahwa aspek tersebut tidak mengurangi tanggung jawab hukum atas perbuatan kekerasan.


Penutup

Kasus penusukan di kereta London yang melibatkan Anthony Williams menjadi peringatan serius tentang pentingnya keamanan di ruang publik. Dengan 11 dakwaan berat, aparat Inggris menunjukkan sikap tegas terhadap kejahatan yang mengancam keselamatan masyarakat.

Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban sekaligus memulihkan rasa aman pengguna transportasi umum di Inggris.

Baca Juga : Museum Unik London Ajak Nostalgia Masa Remaja

Cek Juga Artikel Dari Platform : olahraga