January 22, 2026

london-bridges

The newest and most updated news article platform about London

Greta Thunberg Dibebaskan Usai Ditahan Saat Demo London

Greta Thunberg Dibebaskan Usai Ditahan dalam Aksi Demonstrasi

Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, kembali menjadi sorotan internasional setelah dibebaskan dari tahanan polisi Inggris usai penangkapannya dalam sebuah aksi demonstrasi di London. Peristiwa ini terjadi ketika Thunberg ikut serta dalam unjuk rasa yang digelar sebagai bentuk dukungan terhadap para aktivis pro-Palestina yang tengah melakukan mogok makan di dalam tahanan.

Penahanan tersebut menuai perhatian luas karena dilakukan berdasarkan Undang-Undang Terorisme Inggris, sebuah regulasi yang jarang dikaitkan dengan aksi demonstrasi sipil. Meski akhirnya dibebaskan dengan jaminan, kasus ini memicu perdebatan besar tentang batas kebebasan berekspresi dan penegakan hukum di Inggris.


Kronologi Penangkapan Greta Thunberg

Greta Thunberg, yang kini berusia 22 tahun, ditangkap pada Selasa pagi waktu setempat di luar kantor Aspen Insurance di pusat kota London. Demonstrasi tersebut diorganisir oleh kelompok solidaritas Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap para tahanan yang tergabung dalam gerakan Palestine Action, yang disebut tengah melakukan mogok makan.

Dalam aksi tersebut, Thunberg terlihat memegang papan bertuliskan:

“Saya mendukung tahanan Palestine Action. Saya menentang genosida.”

Tulisan pada plakat itulah yang kemudian menjadi dasar penahanan dirinya oleh aparat kepolisian Inggris.


Dasar Hukum Penahanan

Kepolisian Kota London menjelaskan bahwa Greta Thunberg ditangkap berdasarkan Pasal 13 Undang-Undang Terorisme Inggris Tahun 2000. Pasal tersebut mengatur larangan menampilkan simbol, pernyataan, atau benda yang dianggap mendukung organisasi yang telah ditetapkan sebagai terlarang.

Dalam pernyataan resminya di platform X, Kepolisian London menyebut:

“Dia telah ditangkap karena menampilkan sebuah barang (dalam hal ini sebuah plakat) yang mendukung organisasi terlarang, yaitu Palestine Action.”

Palestine Action sendiri telah masuk dalam daftar kelompok terlarang oleh pemerintah Inggris karena aktivitas langsung mereka yang menyasar perusahaan-perusahaan yang disebut memiliki hubungan dengan industri persenjataan Israel.


Lokasi Aksi dan Keterkaitan Perusahaan

Aksi demonstrasi berlangsung di depan kantor Aspen Insurance. Menurut kelompok pendukung Palestina, perusahaan tersebut diduga memberikan layanan asuransi kepada Elbit Systems, perusahaan pertahanan Israel yang menjadi salah satu pemasok senjata utama bagi militer Israel.

Para demonstran menilai keterlibatan perusahaan-perusahaan semacam itu sebagai bagian dari rantai konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Karena itu, aksi di depan Aspen Insurance dipilih sebagai simbol protes terhadap dukungan tidak langsung terhadap industri senjata.


Dua Demonstran Masih Ditahan

Meski Greta Thunberg telah dibebaskan dengan jaminan, kelompok Tahanan untuk Palestina menyatakan bahwa dua demonstran lainnya masih ditahan di kantor polisi Bishopsgate.

Kedua aktivis tersebut disebut sempat menutup akses kantor Aspen Insurance sebagai bentuk solidaritas terhadap para tahanan yang melakukan mogok makan. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan rinci terkait status hukum kedua demonstran tersebut.


Pembebasan dengan Jaminan

Setelah menjalani pemeriksaan, Greta Thunberg akhirnya dibebaskan dengan status jaminan polisi. Artinya, ia masih berpotensi dipanggil kembali untuk pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan.

Pembebasan ini tidak serta-merta mengakhiri proses hukum. Namun untuk sementara, Thunberg diperbolehkan meninggalkan kantor polisi sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari otoritas Inggris.


Reaksi Publik Internasional

Penangkapan Greta Thunberg segera memicu reaksi luas dari berbagai belahan dunia. Banyak aktivis HAM, organisasi lingkungan, dan kelompok masyarakat sipil menilai tindakan aparat Inggris sebagai berlebihan.

Sebagian pihak mengkritik penggunaan Undang-Undang Terorisme terhadap aksi damai, sementara yang lain menilai pemerintah Inggris tengah memperketat ruang kebebasan berekspresi terkait isu Palestina.

Di media sosial, tagar yang berkaitan dengan nama Greta Thunberg dan kebebasan berpendapat kembali menjadi perbincangan global.


Greta Thunberg dan Aktivisme Global

Selama ini, Greta Thunberg dikenal sebagai simbol gerakan iklim dunia sejak memulai aksi “School Strike for Climate” pada usia belasan tahun. Namun dalam beberapa tahun terakhir, fokus aktivismenya meluas ke isu-isu keadilan sosial, hak asasi manusia, dan konflik global.

Ia secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina dalam berbagai kesempatan. Sikap tersebut membuatnya kerap menuai kritik, namun juga mendapat dukungan luas dari kelompok pro-HAM.

Kasus di London ini menandai salah satu momen paling serius yang dihadapi Thunberg secara hukum dalam aktivitasnya sebagai aktivis internasional.


Kontroversi Undang-Undang Terorisme Inggris

Undang-Undang Terorisme Inggris telah lama menjadi sorotan karena ruang interpretasinya yang luas. Sejumlah organisasi HAM menilai regulasi tersebut berpotensi digunakan untuk membatasi kebebasan berekspresi, terutama dalam konteks politik internasional.

Pemerintah Inggris sendiri menegaskan bahwa aturan tersebut diperlukan demi menjaga keamanan nasional dan mencegah dukungan terhadap kelompok ekstrem.

Kasus Greta Thunberg kembali membuka perdebatan lama tentang keseimbangan antara keamanan dan hak sipil.


Sikap Kepolisian Inggris

Kepolisian Kota London menegaskan bahwa penangkapan dilakukan sesuai prosedur hukum dan bukan ditujukan secara personal terhadap Thunberg.

Menurut polisi, tindakan tersebut murni berkaitan dengan isi pesan yang dibawa dalam aksi, bukan status individu yang bersangkutan sebagai figur publik internasional.

Namun, pihak kepolisian juga menyatakan akan meninjau kembali seluruh bukti sebelum menentukan langkah lanjutan.


Dampak Diplomatik dan Politik

Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Swedia, kasus ini berpotensi menarik perhatian diplomatik mengingat Greta Thunberg merupakan warga negara Swedia yang dikenal luas di dunia internasional.

Sejumlah analis menilai bahwa setiap langkah hukum lanjutan terhadap Thunberg akan berada di bawah sorotan ketat komunitas global.


Menunggu Keputusan Selanjutnya

Hingga kini, belum ada kepastian apakah Greta Thunberg akan menghadapi dakwaan resmi atau tidak. Proses hukum masih berada dalam tahap awal, dan otoritas Inggris akan menentukan langkah berikutnya berdasarkan hasil penyelidikan.

Sementara itu, kelompok pendukung Palestina terus menyerukan pembebasan seluruh demonstran dan mengecam penggunaan hukum antiteror terhadap aksi protes damai.


Penutup: Isu Kebebasan Bersuara Kembali Dipertanyakan

Pembebasan Greta Thunberg memang mengakhiri penahanan singkatnya, namun polemik yang ditimbulkan jauh dari selesai. Kasus ini kembali menempatkan Inggris di pusat perdebatan global mengenai batas kebebasan berekspresi, aktivisme politik, dan penggunaan hukum keamanan nasional.

Bagi pendukung Thunberg, peristiwa ini dianggap sebagai simbol menyempitnya ruang protes. Sementara bagi otoritas Inggris, penegakan hukum tetap dipandang sebagai keharusan.

Yang jelas, kasus ini menegaskan bahwa aktivisme global di era modern semakin bersinggungan langsung dengan sistem hukum negara—dan setiap langkahnya kini selalu berada dalam sorotan dunia.

Baca Juga : Inggris Tangkap Greta Thunberg saat Demo Pro-Palestina

Cek Juga Artikel Dari Platform : carimobilindonesia